Reza Prasetya

Sirah Nabawiyah 36: Permintaan Orang Quraisy Terhadap Paman Nabi

Setelah turun perintah Dakwah secara terang-terangan, orang-orang Quraisy bangkit untuk menghadang dakwah-dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wa Sallam karena mereka khawatir akan merusak tradisi warisan nenek moyang mereka. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan mendatangi paman Nabi Abu Thalib, mereka meminta kepadanya agar menghentikan segala apa pun yang dilakukan anak saudarnya.

sumber gambar: http://www.flickr.com/photos/bentaher/4292450839/in/set-72157622511383127.jpg

Ibnu Ishaq menuturkan, beberapa pemuka Quraisy pergi ke tempat Abu Thalib, lalu berkata,

” Wahai Abu Thalib, sesungguhnya anak saudaramu telah mencaci maki sesembahan kami, mencela agama kami, membodohkan harapan-harapan kami dan menyyesatkan nenek moyang kami.  Engkau boleh mencegahnya agar tidak mengganggu kami, atau biarkan antara dia dan kami, toh engkau juga seperti kami untuk menentangnya, sehingga kita bisa mencegahnya.”

Dengan perkataan yang halus dan penolakan yang lembut Abu Thalib menolak permintaan mereka. Maka mereka pun pulang dengan tangan hampa, sehingga Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wa Sallam bisa melanjutkan dakwah, menampakkan agama Allah.

.

Nantikan di kisah selanjutnya!

Sumber : Kitab Ar-Rahiqul Makhtum Karya Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury

Serial Sirah Nabawiyah akan diterbitkan setiap hari Kamis. In syaa Allah.

Rasakan pengalaman mengunjungi tempat-tempat bersejarah langsung dari sumbernya mekkah-madinah, kunjungi halaman katalog paket umroh kami. SEGERA hubungi, informasi dan pendaftaran :  0877 3862 8444 (Ustd. Endar) atau isilah formulir online berikut ini.

Peresmian Kantor Cabang Di Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta

Al-Madinah Tour Cabang Resmi Ambassador di Wilayah DIY

Yogyakarta – Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Noor Hamid. Secara resmi meresmikan beberapa travel umroh untuk memiliki izin kantor pusat dan kantor cabang di wilayah Yogyakarta.

Peresmian ini di selenggarakan bertempat di Kantor Wilayah Kemenag DIY Jl Sukonandi, Yogyakarta. Dihadiri oleh beberapa travel umroh salah satunya adalah kami Almadinah Tour, yang secara legal menjadi Cabang Resmi Ambassador Tour & Travel dengan SK Ijin Umrah No. 205 Tahun 2017. Dengan SK No. 157 Tahun 2018 Tentang Penetapan Pengsahan Kantor Cabang PPIU di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan ditetapkannya kami menjadi Cabang Resmi yang beroperasional di wilayah Yogyakarta Semoga kami bisa menjadi salah satu travel pilihan di Yogyakarta, menjadi travel yang amanah, memberikan pelayanan yang terbaik dan ibadah sesuai sunnah, dan kami juga ingin terus berkembang bersama jamaah umrah dan haji untuk selalu memberikan support dan bimbingan baik sebelum atau sesudah perjalanan ibadah umroh.

Menunaikan ibadah Haji dan Umrah merupakan impian  setiap insan muslim, selain merupakan panggilan Allah SWT ibadah Haji dan Umroh merupakan salah satu ritual ibadah yang harus disempurnakan pada setiap pelaksanaannya, Oleh sebab itu kami berusaha memberikan bimbingan yang terbaik dengan pembimbing yang masih muda dan berpengalaman dengan harapan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan dapat membimbing para jamaah dengan melakukan perenungan-perenungan, menghidupkan jiwa dan mensucikan pikiran selama di Tanah Suci untuk mencapai pencerahan hidup pasca ibadah di Tanah Suci, sehingga kegiatan ibdah lebih bermakna dan membawa perubahan hidup.

Kami mempunyai Visi agar dapat membantu umat sebanyak-banyaknya untuk beribadah ke tanah suci, dan Misi kami Memberikan pencerahan dan pengalaman ibadah terbaik bagi jamaah. Memberikan pelayanan terbaik dan ibdah yang sesuai dengan sunnah dan Memberikan bimbingan yang berkelanjutan.

Akhir kata semoga program-program kami dapat memberikan warna yang berbeda dalam melayani tamu Allah secara Istimewa dan mencerahkan, sehingga dapat memberikan kesan mendalam dan tak terlupakan bagi setiap jamaah.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Umroh SPESIAL Bulan Oktober 2018

Jadikan Ibadah Umroh Anda Sebagai Jalan Menuju Surga


Apakah Anda INGIN UMROH??

Sudah Berapa Lama Anda Menahan Rindu untuk BERANGKAT UMROH??

DAFTAR SEKARANG ‼️

Umroh ISTIMEWA di Bulan Oktober 2018 Bersama kami Ambassador Tour, Anda akan mendapatkan pelayanan yang ISTIMEWA sesuai SUNNAH dengan Pembimbing-pembimbing yang Masih Muda, Ber-PENGALAMAN dan Ber-ILMU, karena sebagian merupakan para ALUMNI Universitas-Universitas Islam Terbaik di Arab Saudi.

       >> Umroh SPESIAL Bulan Oktober 2018 <<

  Pesawat :

Saudia Airlines / Oman Airlines Landing Jeddah

  Hotel :

Makkah   : Areej Al Wafa/setaraf*3

Madinah : Anshar Jadid/setaraf*3

∼  Harga :

Rp. 22.990.000 -, Start Jogja

Rp. 21.990.000 -, Start Jakarta

  Tanggal Berangkat :

15 Oktober 2018

DAFTAR SEKARANG, Seat Terbatas ‼️

Informasi & Pendafataran hubungi :
AL-MADINAH TOUR TRAVEL
Ambassador Tour Cab. Yogyakarta Travel umroh berizin resmi.SK ijin umroh No. 205 Tahun 2017

☎️ Ustd Endar Dwi Wasana
WA : 0877-3862-8444
Telp : 0822-6593-8444
Email : almadinahtour@gmail.com
www.almadinahtour.com

Umrah Murah

Seringkali jamaah yang hanya melihat harga ‘murah’ di awal tidak memahami apa itu umrah murah sebenarnya. Sehingga terjebak kepada informasi-informasi yang kurang tepat. Pada kesempatan kali ini mari secara perlahan mengenal umrah murah. Apa itu umroh murah? Umroh murah adalah umroh yang ketika dibandingkan dengan paket-paket produk umrah yang lain tergolong umroh dengan harga murah. Maka dari itu semua travel bisa membuat versi umrohnya sendiri. Ada di travel lain umroh murah harga 40 juta. Di tempat lainnya umroh murah 16 juta. Ya itu terserah masing-masing umroh karena mereka punya pembandingnya sendiri. Tapi ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum Anda memilih umrah. 

Ode Shalat

Shalat tidak diragukan lagi merupakan penyejuk mata bagi para pecinta, kenikmatan ruhani para ahli tauhid, kenikmatan jiwa bagi mereka yang khusuk, standar kondisi bagi mereka yang teguh beriman, dan neraca kondisi para salikin (mereka yang menempuh jalan menuju Allah). Shalat adalah rahmat Allah yang dikaruniakan kepada para hambaNya yang beriman.

Allah menuntun dan memperkenalkan shalat pada mereka. Dia karuniakan pada mereka melalui rasulNya yang jujur lagi terpercaya, sebagai rahmat dan kemuliaan bagi mereka untuk meraih kemuliaan dan kedekatan denganNya, bukan karena Allah memerlukan mereka, tetapi semata sebagai karunia dan anugerah.

Dengan shalat, hati dan seluruh raga menghambakan diri, bahagia dengan cintaNya, bahagia berdiri di hadapanNya, berpaling dari siapapun selain yang diibadahi saat menunaikan ubudiyah untukNya dan menyempurnakannya secara lahir batin, hingga shalat ditunaikan dengan cara yang diridhoi Allah.

 

— Dikutip dari Ashrasul Shalat, Ibnul Qayyim, di kitab Al Jami’lil Ahkamish Shalah wa shifatu shalatin nabiy shallahu alaihi wassalam

Sirah Nabawiyah 35: Mekkah Geger

Di cerita sebelumnya disebutkan bagaimana dakwah nabi muhammad secara sembunyi-sembunyi sebenarnya sudah diketahui kalangan Quraisy. Namun karena mereka pikir Muhammad hanya bicara seputar masalah-masalah ketuhanan dan hak-haknya, mereka tidak mau ambil pusing.

Sebaliknya setelah turunnya ayat untuk berdakwah secara terang-terangan, mulailah sebagian kalangan Quraisy bersifat keras. Hal itu ditunjukkan dengan kejadian di bukit shafa.

sumber gambar: https://i.pinimg.com/originals/f0/75/80/f075803c1390b4b58d22f179ee5f2354.jpg

Seruan beliau terus bergema di seantero mekkah, hingga kemudian turun ayat.

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik”

(Q.S. Al Hijr:94)

Maka kemudian Rasulullah langsung bangkit

  • Menyerang berbagai khurafat dan kebohongan syirik
  • Menyebutkan kedudukan berhala dan hakikatnya yang sama sekali tidak ada nilainya.Ketidakberdayaan itu beliau gambarkan dengan beberapa contoh perumpaan, disertai penjelasan-penjelasan bahwa siapa yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai wasilah antara dirinya dan Allah berada dalam kesesatan yang nyata.

Mekkah berpijar dengan api kemarahan, bergolak dengan keanehan dan pengingkaran, tatkala mendengar suara yang memperlihatkan kesesatan orang-orang musyrik dan para penyembah berhala. Suara itu seakan-akan petir yang membelah awan, berkilau, dan menggelegar, dan mengguncang udara yang tadinya tenang. Orang-orang quraisy bangkit untuk menghadang revolusi yang datang secara tak terduga ini, dan yang dikhawatirkan akan merusak tradisi warisan mereka.

Mereka bangkit akan menyadari bahwa makna iman yang beliau serukan adalah penafian terhadap uluhiyah selain Allah, bahwa makna iman kepada risalah dan hari akhirat adalah ketundukan dan kepasrahan secara total, sehingga mereka tidak punya pilihan terhadap diri dan harta mereka.

Dengan kata lain, iman ini akan melumatkan kepemimpinan dan keunggulan mereka di atas semua bangsa Arab, yang sebelum itu juga menggunakan label agama. Dengan kata lain, mereka harus menerapkan keridhaan sesuai dengan keridhaan Allah dan rasulNya, menghentikan kedhalima yang sebelumnya biasa mereka lakukan untuk melindas rakyat awam, begitu juga berbagai macam keburukan yang biasa mereka lakukan pagi dan sore.

Mereka menangkap makna itu karena mereka tidak bisa menerima “kedudukan yang hina”, yang tidak mencerminkan kehormatan dan kebaikan.

“Bahkan manusia itu hendak bermaksiat terus-menerus”

(Q.S. Al Qiyamah:5)

Mereka menyadari semua itu. Tapi apa yang bisa mereka perbuat menghadapi orang yang jujur dan dapat dipercaya ini, menghadapi gambaran tertinggi dari nilai kemanusiaan dan akhlak yang mulia. Sepanjang sejarah nenek moyang dan perjalanan berbagai kaum, mereka tidak pernah mengetahui bandingan yang seperti itu. Apa yang akan mereka lakukan?

Nantikan di kisah selanjutnya!

Sumber : Kitab Ar-Rahiqul Makhtum Karya Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury

Serial Sirah Nabawiyah akan diterbitkan setiap hari Kamis. In syaa Allah.

Rasakan pengalaman mengunjungi tempat-tempat bersejarah langsung dari sumbernya mekkah-madinah, kunjungi halaman katalog paket umroh kami. SEGERA hubungi, informasi dan pendaftaran :  0877 3862 8444 (Ustd. Endar) atau isilah formulir online berikut ini.

Sirah Nabawiyah 34: Dakwah di Atas Bukit Shafa

Dikumpulkanlah semua suku Quraisy di atas bukit Shafa setelah nabi merasa yakin dengan jaminan keamanan pamannya Abu Thalib. Kemudian Nabi berseru kepada suku-suku Quraisy untuk hadir. Jika ada seseorang berhalangan hadir, maka dia akan mengirim utusan untuk melihat apa yang terjadi. Abu Lahab beserta para pemuka Quraisy juga hadir disitu.

Sirah Nabawiyah 33: Pertama-tama Menampakkan Dakwah

Wahyu pertama yang turun berkenaan dengan dakwah secara terang-terangan adalah firman Allah di bawah ini. Permulaan surah ini menyebutkan kisah Musa Alaihissalam dari permulaan nubuwah hingga hijrah beliau bersama Bani Israel hingga selamat dari Firaun serta kaumnya. Rincian tahapan dakwah Nabi Musa ini perlu disampaikan saat Rasulullah Shallahu alaihi wassalam menyeru kaumnya kepada Allah agar beliau memperoleh sedikit gambaran yang bakal dihadapi yaitu berupa pendustaan dan tekanan selagi mereka sudah menampakkan dakwah.