Bolehkah mendorong orang yang sedang shalat sunnah thawaf karena sangat padat?

Tanya Jawab Seputar Haji – 06

Tentang shalat sunnah dua rakaat setelah thawaf

Syaikh yang terhormat. Terjadi kepadatan yang luar biasa di seputar tempat thawaf, lalu ada sebagian orang awam yang melakukan shalat sunnah dekat Maqam Ibrahim, sehingga menghalangi orang yang sedang melakukan thawaf, bahkan ada sebagian orang yang mengitarinya. Apakah kami salah kalau mendorong mereka dalam kondisi yang sangat berdesakan seperti itu?

Jawab:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah : Sesungguhnya mereka yang melakukan shalat di belakang Maqam Ibrahim itu dan memaksakan diri untuk shalat di situ, padahal orang-orang yang sedang melakukan thawaf sangat membutuhkan tempat (untuk lewat), maka mereka sebenarnya telah melakukan kezhaliman terhadap diri mereka sendiri dan telah menzhalimi orang lain. Maka mereka berdosa, melampaui batas lagi zhalim.

Mereka tidak mempunyai hak menempati tempat itu, dan anda boleh mendorongnya, anda boleh lewat di hadapan mereka, dan boleh melangkahi mereka di saat mereka sujud, sebab mereka sama sekali tidak berhak menempatinya. Kalau mereka masih saja bersikeras untuk shalat di situ, maka tidak diragukan lagi adalah karena kebodohan mereka, sebab shalat sunnah thawaf boleh dilakukan di setiap masjid. Maka boleh saja seseorang menjauh dari tempat orang-orang yang sedang thawaf dan melakukan shalat di tempat lain. Bahkan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu melakukan shalat sunnah thawaf di Dzi Thua, suatu tempat yang sangat jauh dari Masjidil Haram, apalagi kalau dilakukan di tempat yang lenggang di dalam Masjidil Haram (tentu sangat boleh).

Maka hendaknya setiap orang selalu bertakwa kepada Allah terhadap dirinya dan bertakwa kepada Allah terhadap saudara-saudaranya dengan tidak melakukan shalat di belakang Maqam Ibrahim, karena orang lain sangat membutuhkan tempat itu untuk melakukan thawaf. Jika ia melakukannya, maka tidak ada kehormatan baginya dan kita boleh mendorongnya, boleh melintas di hadapannya dan boleh melangkahinya di saat ia sujud, karena dialah yang melampaui batas lagi zhalim.

Sumber Dari -> Fatwa-fatwa terkini Jilid I, Penerbit Daarul Haq.

Like fanpage www.facebook.com/almadinahtour dan follow instagram kami @almadinahtour untuk mendapatkan artikel-artikel islami bermanfaat dan informasi Haji dan Umroh yang murah dan terjangkau.

www.almadinahtour.com
082265938444 – 087738628444 (WA/SMS/Telpon)

#umrohmurah #umrohresmi #umrohresmijogja #umrohsunnah #umrohmurahjogja #umrohVIP #umrohpremium #umrohberkah #travelumrohterpercaya #umrohbandung #oleholehhajiumroh #perlengkapanhajiumroh #oleholehhaji #airzamzam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *