Sirah Nabawiyah 30 : Tahapan Dakwah Sirriyyah selama tiga tahun

Sirah Nabawiyah 30 : TAHAPAN PERTAMA BERJIHAD MELALUI DAKWAH KEPADA ALLAH

Tahapan Dakwah Sirriyyah selama tiga tahun

Kemudian, Abu Bakr bergiat dalam mendakwahi Islam. Dia adalah sosok laki-laki yang lembut, disenangi, fleksibel dan berbudi baik. Para tokoh kaumnya selalu mengunjunginya dan sudah tidak asing dengan kepribadiannya karena keintelekan, kesuksesan dalam berbisnis dan pergaulannya yang luwes. Dia terus berdakwah kepada orang-orang dari kaumnya yang dia percayai dan selalu berinteraksi dan bermajlis dengannya. Berkat hal itu, maka masuk Islam lah ‘Utsman bin ‘Affana al-Umawi, az-Zubair bin al-‘Awam alAsadi, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’d bin Abi Waqqash az-Zuhriyan dan Thalhah bin ‘Ubaidillah at-Timi. Kedelapan orang inilah yang terlebih dahulu masuk Islam dan merupakan gelombang pertama dan palang pintu Islam.

Diantara orang-orang pertama lainnya yang masuk Islam adalah Bilal bin Rabah alHabasyi, kemudian diikuti oleh Amin (Kepercayaan) umat ini, Abu ‘Ubaidah; ‘Amir bin al-Jarrah yang berasal dari suku Bani al-Harits bin Fihr, Abu Salamah bin ‘Abdul Asad, alArqam bin Abil Arqam (keduanya berasal dari suku Makhzum), ‘Utsman bin Mazh’un – dan kedua saudaranya; Qudamah dan ‘Abdullah -, ‘Ubaidah bin al-Harits bin alMuththalib bin ‘Abdu Manaf, Sa’id bin Zaid al-‘Adawy dan isterinya; Fathimah binti alKhaththab al-‘Adawiyyah –  saudara perempuan dari ‘Umar bin al-Khaththab -, Khabbab bin al-Arts, ‘Abdullah bin Mas’ud al-Hazaly serta banyak lagi selain mereka. Mereka itulah yang dinamakan as-Saabiquunal Awwaluun. Mereka terdiri dari semua suku Quraisy yang ada bahkan Ibnu Hisyam menjumlahkannya lebih dari 40 orang. Namun, dalam penyebutan sebagian dari nama-nama tersebut masih perlu diberikan catatan.

Ibnu Ishaq berkata: “…kemudian banyak orang yang masuk Islam secara berbondong- bondong baik laki-laki maupun wanita sampai akhirnya tersiarlah gaung “Islam” di seantero Mekkah dan mulai banyak menjadi bahan perbincangan orang.

Mereka semua masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Maka cara yang sama pun dilaklukan oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam dalam pertemuan beliau dengan pengarahan agama yang diberikan karena dakwah ketika itu masih bersifat individu dan sembunyi-sembunyi. Wahyu turun secara berkesinambungan dan memuncak setelah turunnya permulaan surat al-Muddatstsir. Ayat-ayat dan penggalan-penggalan surat yang turun pada masa ini merupakan ayat-ayat pendek; memiliki pemisah-pemisah yang indah dan valid, senandung yang menyejukkan dan memikat seiring dengan suasana suhu domestik yang begitu lembut dan halus. Ayat-ayat tersebut membicarakan solusi memperbaiki penyucian diri ( tazkiyatun nufuus), mencela pengotorannya dengan gemerlap duniawi dan menyifati surga dan neraka yang seakan-akan terlihat oleh mata kepala sendiri. Juga, menggiring kaum Mukminin ke dalam suasana yang lain dari kondisi komunitas sosial kala itu.

Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury
Sumber : Kitab Ar-Rahiqul Makhtum, Bab 8

Like fanpage www.facebook.com/almadinahtour dan follow instagram kami @almadinahtour untuk mendapatkan artikel-artikel islami bermanfaat dan informasi Haji dan Umroh yang murah dan terjangkau.

www.almadinahtour.com
082265938444 – 087738628444 (WA/SMS/Telpon)
Jalan Monjali no. 179B
Blunyahgede, Sinduadi, Mlati, Sleman

#umrohmurah #umrohresmi #umrohresmijogja #umrohsunnah #umrohmurahjogja #umrohVIP #umrohpremium #umrohberkah #travelumrohterpercaya #umrohbandung #oleholehhajiumroh #perlengkapanhajiumroh #oleholehhaji #airzamzam

Check Also

Sirah Nabawiyah 27 : Sekilas ulasan tentang urutan kronologi turunnya wahyu

Sirah Nabawiyah 27 : Sekilas ulasan tentang urutan kronologi turunnya wahyu Sebelum beranjak ke penjelasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *