Sirah Nabawiyah 33: Pertama-tama Menampakkan Dakwah

Wahyu pertama yang turun berkenaan dengan dakwah secara terang-terangan adalah firman Allah di bawah ini. Permulaan surah ini menyebutkan kisah Musa Alaihissalam dari permulaan nubuwah hingga hijrah beliau bersama Bani Israel hingga selamat dari Firaun serta kaumnya. Rincian tahapan dakwah Nabi Musa ini perlu disampaikan saat Rasulullah Shallahu alaihi wassalam menyeru kaumnya kepada Allah agar beliau memperoleh sedikit gambaran yang bakal dihadapi yaitu berupa pendustaan dan tekanan selagi mereka sudah menampakkan dakwah. 

 

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (Q.S Asyyuara: 214)

Di sisi lain, surat ini juga memuat kesudahan yang dialami orang-orang yang mendustakan para Rasulullah dari kamu Ad, Tsamud, Ibrahim, Luth, Ashabul Aikah, dengan menitikberatkan penyebutan kisah Firaun dan kaumnya. Agar orang-orang yang mendustakan mengetahui hukuman yang bakal diturunkan Allah jika mereka mendustakan.

Menyeru Kerabat Dekat

Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setelah turun ayat di atas, ialah mengundang Bani Hasyim. Mereka memenuhi undangan ini, yaitu beberapa orang dari Bani Al-Muththalib bin Abdi Manaf, yang jumlahnya ada empat puluh lima orang.

Sebelum beliau berbicara, Abu Lahab sudah mendahului angkat bicara,

“Mereka yang hadir di sini adalah paman-pamanmu sendiri dan anak-anaknya. Maka bicaralah jika ingin berbicara dan tidak perlu bersikap kekanak-kanakan. Ketahuilah bahwa tidak ada orang Arab yang berani mengenyitkan dahi terhadap kaummu. Dengan begitu aku berhak meng-hukummu. Biarkanlah urusan Bani bapakmu. Jika engkau tetap bertahan pada urusarunu ini, maka itu lebih mudah bagi mereka daripada seluruh kabilah Quraisy menerkammu dan semua bangsa Arab ikut campur tangan. Engkau tidak pernah melihat seorang pun dari Bani bapaknya yang pernah berbuat macam-macam seperti yang engkau perbuat saat ini. ”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hanya diam dan sama sekali tidak berbicara dalam pertemuan itu.

Kemudian beliau mengundang mereka untuk kedua kalinya, dan dalam pertemuan itu beliau bersabda,

“Segala puji bagi Allah dan aku memuji-Nya, memohon pertolongan, percaya dan tawakal kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya.”

Kemudian beliau melanjutkan lagi,

“Sesungguhnya seorang pemandu itu tidak akan mendustakan keluarganya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain Dia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian secara khusus dan kepada manusia secara umum. Demi Allah, kalian benar-benar akan mati layaknya sedang tidur nyenyak dan akan dibangkit-kan lagi layaknya bangun tidur. Kalian benar-benar akan dihisab terhadap apa pun yang kalian perbuat, lalu di sana ada surga yang abadi dan neraka yang abadi pula. “

Abu Thalib berkata,

“Kami tidak suka menolongmu, menjadi penasihatmu dan membenarkan perkataanmu. Orang-orang yang menjadi Bani bapakmu ini sudah bersepakat. Aku hanyalah segelintir orang di antara mereka. Namun akulah orang yang pertama kali mendukung apa yang engkau sukai. Maka lanjutkanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Demi Allah, aku senantiasa akan menjaga dan melindungimu, namun aku tidak mempunyai pilihan lain untuk meninggalkan agama Bani Abdul-Muththalib. “

Abu Lahab berkata,

“Demi Allah, ini adalah kabar buruk. Ambillah tindakan terhadap dirinya sebelum orang lain yang melakukannya. ”

Abu Thalib menimpali,

“Demi Allah kami tetap akan melindunginya selagi kami masih hidup.” 

 

.

.

.

.

.

.

.

Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury
Sumber : Kitab Ar-Rahiqul Makhtum

Like fanpage

www.facebook.com/almadinahtour dan follow instagram kami @almadinahtour untuk mendapatkan artikel-artikel islami bermanfaat dan informasi Haji dan Umroh yang murah dan terjangkau.

www.almadinahtour.com
082265938444 – 087738628444 (WA/SMS/Telpon)
Jalan Monjali no. 179B
Blunyahgede, Sinduadi, Mlati, Sleman

#umrohmurah #umrohresmi #umrohresmijogja #umrohsunnah #umrohmurahjogja #umrohVIP #umrohpremium #umrohberkah #travelumrohterpercaya #umrohbandung #oleholehhajiumroh #perlengkapanhajiumroh #oleholehhaji #airzamzam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *