Bukan Sekedar Puasa

8-Ramadhan 1438 H 8-Ramadhan 1438 H

Sebuah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
Artinya : “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rafats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”. (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targib wa At-Tarhib no. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Apa yang dimaksud dengan lagwu?

Dalam Fathul Bari (3/346), Al-Akhfasy rahimahullah mengatakan, “Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah.”Lalu apa yang dimaksudkan dengan rafats? Dalam Fathul Bari (5/157), Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Istilah rafats digunakan dalam pengertian ‘kiasan untuk hubungan badan’ dan semua perkataan keji. Istilah rafats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita.” Atau dengan kata lain rafats adalah kata-kata porno.

Itulah di antara perkara yang bisa membuat amalan seseorang menjadi sia-sia. Betapa banyak orang yang masih melakukan seperti ini, begitu mudahnya mengeluarkan kata-kata kotor, dusta, sia-sia dan menggunjing orang lain.

Ingatlah bahwa puasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun hendaknya seorang yang berpuasa juga menjauhi perbuatan yang haram. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berikut berkata, “Ketahuilah, amalan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala dengan meninggalkan berbagai syahwat (yang sebenarnya mubah ketika di luar puasa seperti makan atau berhubungan badan dengan istri) tidak akan sempurna hingga seseorang mendekatkan diri pada Allah dengan meninggalkan perkara yang Dia larang yaitu dusta, perbuatan zhalim, permusuhan di antara manusia dalam masalah darah, harta dan kehormatan.” (Lathaa’if Al-Ma’arif, 1/168)

Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan petuah yang bagus :
“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Lathaa’if Al-Ma’arif, 1/168)

Like fanpage dan instagram kami @almadinahtour untuk mendapatkan artikel-artikel islami bermanfaat dan informasi Haji dan Umroh yang murah dan terjangkau.

www.almadinahtour.com
082265938444
087738628444 (WA)

Check Also

Sirah Nabawiyah 28 : Sekilas ulasan tentang urutan kronologi turunnya wahyu (2)

Sirah Nabawiyah 28 : Sekilas ulasan tentang urutan kronologi turunnya wahyu (2) Keempat, berupa bunyi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *