Site Loader

LOCATION

Yogyakarta, Indonesia

H-39 Ramadhan 1438H

Seseorang dikatakan dalam keadaan safar (bepergian) sejak ia keluar dari daerahnya sampai ia kembali ke daerah asalnya tersebut. Meskipun ia tinggal di tempat tujuan safarnya beberapa waktu lamanya, ia tetap dinamakan musafir selama ia meniatkan untuk tidak bermukim di tempat itu setelah selesai urusannya. Oleh karena itu, ia mendapatkan rukhshah (keringanan) bagi orang yang safar meskipun dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan tidak ada keterangan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang batas waktu tertentu selesainya safar. Maka pada asalnya adalah tetap dalam kondisi safar dan diiringi dengan hukumhukum yang berkaitan dengannya sampai datang dalil yang menunjukkan selesainya safar dan ditiadakannya hukum-hukum yang berkaitan
dengannya.

Dan tidak ada perbedaan rukhshah, antara safar yang datang sekali waktu saja, seperti haji, umrah, mengunjungi karib kerabat, berdagang, dan semisalnya dengan safar yang terus menerus, seperti safarnya pengemudi kendaraan umum (taksi), atau selainnya seperti kendaraan-kendaraan yang besar. Kapan saja mereka keluar dari daerahnya, maka ketika itu mereka dalam keadaan safar, diperbolehkan bagi mereka halhal yang diperbolehkan bagi musafir lainnya, seperti tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan mengqashar (meringkas) shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Demikian pula boleh menjamak (mengumpulkan) antara shalat dzuhur dengan ashar, serta maghrib dengan isyak jika ada hajat (kebutuhan).
Tidak berpuasa ketika dalam keadaan safar tersebut adalah lebih utama jika hal itu lebih memudahkan, kemudian mereka mengqadha’ puasa yang ditinggalkan tersebut pada musim dingin. Karena, para pengemudi kendaraan tersebut mempunyai daerah tempat mereka berasal. Oleh karena itu, kapan saja berada di negeri asalnya, mereka adalah orang-orang mukim, mereka mendapatkan hak orang-orang yang mukim dan mendapatkan kewajiban bagi orang-orang yang mukim. Dan kapan saja mereka safar, mereka mendapatkan hak bagi orang yang safar dan mendapatkan kewajiban bagi orang yang safar.

Sumber : Kitab : FUSHUL FI SHIYAM, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Edisi Indonesia: Meraih Surga Di Bulan Ramadhan, hal : 23-25

Like fanpage dan instagram kami @almadinahtour untuk mendapatkan artikel-artikel islami bermanfaat dan informasi Haji dan Umroh yang murah dan terjangkau.

www.almadinahtour.com
082265938444
087738628444 (WA)

Post Author: Reza Prasetya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *